Case 3-2: Wipro and MBH
Enterprise Systems for Management, page 84-87
1. Compare and contrast the self-service implementation between Wipro and MBH.
Which company did a better job? Explain
Wipro telah menidentifikasi tujuan mereka dengan jelas yaitu meningkatkan layanan para karyawan serta manajer dan fokus untuk menjadi lebih strategis dengan memperluas layanan mereka serta menyelaraskan HR Activities mereka dengan buisness stategis serta menarik dan mempertahankan bakat utama untuk mendukung arah bisnis. Setelah ini mereka menganalisis organisasi mereka untuk memahami kebutuhan dan keinginan karyawan mereka sebagai bagian dari proses implementasi. Mereka juga jelas dengan tujuan swalayan mereka untuk meningkatkan akses informasi, mengaktifkan strategic HR, mengurangi biaya admin, menghilangkan langkah-langkah proses, persetujuan dan formulir serta meningkatkan layanan kepada karyawan dan manajer. Wipro juga telah berhasil menyadari betapa penting bahwa membuat karyawan memiliki tempat yang nyaman dan memiliki atmosfer yang bersahabat merupakan hal penting menurut saya ini merupakan poin plus karena hal tersebut cukup berpengaruh terhadap kinerja para karywan sehingga dapat menghambat proses pekerjaan jika dibiarkan.
MBH Solutions juga menerapkan layanan mandiri sebagai fungsi HR dan mereka membaginya menjadi dua proses – sebagai entitas dan solusi ERP yang jauh lebih besar. Perusahaan memutuskan untuk menggunakan proses langkah demi langkah, seperti yang digunakan WIPRO. Mereka juga mengakui bahwa arsitektur dan informasi mereka yang ada harus diintegrasikan ke dalam self-design. MBH menggunakan arsitektur layanan mandiri berbasis Web dan mereka berkonsentrasi pada tantangan dan bagaimana mereka dapat mengatasinya. hal ini dapat berpengaruh kepada fase proses karena mereka akan memerlukan waktu lebih dan kerja yang lebih banyak yang berarti akan membuat pekerjaan menjadi tidak effisien.
Menurut saya Wipro melakukan pekerjaan yang lebih baik karena mereka berhasil mencapai tujuan mereka dan menyadari hal yang berhubungan dengan karyawan mereka dengan menganalisis hal tersebut. Mereka juga memilih proses yang benar yaitu menggunakan implementasi bertahap sehingga staf dapat dengan mudah masuk ke sistem baru memberi mereka waktu untuk membiasakan diri.
2. Are the measures used by Wipro (i.e., costs, returns, and cycle time) appropriate for
evaluating their self-service implementation?
Ya karena kita telah mengetahui bahwa Wipro telah berhasil dalam penerapan self-service mereka serta mereka menyadari betapa pentingnya project mereka tersebut dalam penerapan self-service tersebut.
3. What would happen to the self-service implementation at MBH if the company
decided to adapt the SOA model? Does self-service implementation make it easier or
more difficult to implement SOA? Explain.
jika MBH memutuskan untuk mengadaptasi model SOA untuk implementasi self-service mereka, organisasi harus memiliki lingkungan sistem yang terdiri dari banyak struktur kompleks. Ini akan memakan biaya lebih banyak dan waktu untuk menerapkan. lalu dikarenakan struktur yang kompleks maka MBH perlu menyediakan berbagai macam hal dikarenakan struktur tersebut.
Reference
Sartika Kurniali "STUDI KASUS IMPLEMENTASI
SERVICE ORIENTED ARCHITECTURE (SOA)
DI CREDIT SUISSE"
https://myenterprisesystem.wordpress.com/2014/07/22/week-3-2/
Comments
Post a Comment